"Jodoh"
yah inilah misteri yang kan senantiasa mengikuti setiap orang sampai kapanpun termasuk pribadi saya.
Seakan tiada habisnya membicarakan masalah ini.
Fatwa dan penjelasan para 'alim pun belum bisa memberikan kepuasan dihati setiap insan.
Apakah jodoh adalah murni taqdir Allah yang tiada hubungannya dengan ikhtiar manusia?
Apakah murni ikhtiar manusia dan tidak ada hubungannya dengan Allah?
Ataukah kedua-duanya berperan?
Bahwa jodoh berkaitan dengan taqdir adalah benar.
Bahwa kita pada dasarnya sudah ditaqdirkan oleh Allah memiliki jodoh masing-masing adalah hal yang harus kita yakini.
Tapi yang menjadi persoalan adalah siapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi jodoh kita??
It's mysterious problem
Jika kita membicarakan taqdir/kehendak Allah maka pada dasarnya ada dua yaitu,
Apa yang dikehendaki Allah "kepada" kita
dan apa yang dikehendaki Allah "dari" kita.
"Kepada" tidak sama dengan "dari".
Apa yang dikehendaki Allah "kepada" kita adalah sebuah rahasia Allah, biasanya disebut `taqdir mutlak`.
Kita tidak diberi tahu sebelum hal itu terjadi.
Siapa jodoh saya?
Kapan saya mati?
Kenapa saya kurus?
Kenapa saya berkulit coklat?
Kenapa saya lahir di Indonesia?
Semua itu adalah mutlak rahasia Allah.
Itu adalah urusan Allah, hak prerogatif Allah sebagai Rabb Yang Maha Kuasa.
Masalah ini bukan domain manusia
Memikirkan dan mempertanyakannya tidak ada manfaatnya sama sekali,
bahkan bisa jadi akan melahirkan kesulitan yang mengantarkan pada
kesesatan dan kebinasaan.
Tugas kita sebagai makhlukNya adalah memikirkan dan mengikhtiarkan kehendak Allah yang kedua,
yaitu apa yang dikehendaki Allah "dari" kita.
Dan biasanya disebut taqdir `ikhtiari`
yaitu ketetapan Allah yang ada kaitannya dengan usaha manusia.
Inilah tugas kita sebagai makhluk.
Allah menghendaki kita menuntut ilmu, silaturahmi, shalat, dzikir, berdo'a, berusaha dan lain-lain.
Termasuk dalam hal jodoh,
Allah menghendaki kita agar berusaha mencari dan menemukan jodoh terbaik kita masing-masing.
Sebelum mendapatkannya,
kita tidak tahu pasti siapa jodoh kita.
Rahasianya masih tersimpan rapih dalam database Allah di Lauhul Mahfuzh.
Untuk mengetahui siapa jodoh kita,
maka kita dituntut melakukan usaha, ikhtiar dan upaya.
Jodoh adalah taqdir yang sekaligus berkaitan dengan peran Allah dan ikhtiar manusia.
Jodoh bukan taqdir mutlak,
namun taqdir ikhtiar.
Sehingga kaidah dalam menemukan jodoh adalah usaha/ikhtiar secara syar'i "dan" tawakkal.
Disini sengaja saya menggunakan kata penghubung "dan" bukan "lalu", "kemudian", atau "setelah itu".
Artinya tawakkal, pasrah dan do'a harus terus mengiringi usaha kita dalam menemukan jodoh tersebut.
Dan ternyata inilah yang akan dinilai oleh Allah,
yaitu proses usaha atau ikhtiar...
dan tawakkal kita kepada Allah.
Dengan demikian hasil dari proses tersebut akan kita pandang sebagai "yang terbaik".
Hati kitapun akan ikhlas menerima sehingga tidak ada istilah sakit hati, patah hati maupun duka hati.
Siapa jodoh ku?
Untuk mengetahui, tepatnya menebak siapa jodoh kita dalam bahasa ikhtiarnya,
maka sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengetahui
"siapa diri kita"
Sangat sulit menebak siapa jodohnya bagi orang yang belum mengenal dirinya.
Oleh karena itu orang yang sudah faham siapa dirinya akan mudah menemukan jodohnya.
Jadi ikhtiar yang harus kita lakukan pertama kali agar mendapatkan jodoh "terbaik" adalah "memperbaiki diri".
Karena Allah telah berjanji
"Laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik dan perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik pula"
Siapa jodoh kita?
tidak begitu masalah karena memang kita tidak pernah tahu siapa sosok yang telah dipilihkan oleh Allah untuk mendampingi kita.
Yang menjadi masalah adalah penerimaan kita kepada sosok yang menjadi jodoh kita tersebut.
Apakah hati kita menerimanya dengan ikhlas, kemudian mensyukurinya dengan prasangka baik kepada Allah
atau justru hati kita menolak dan mengingkarinya dengan prasangka buruk kepadaNya??
Mungkin kelak jodoh kita bukanlah sosok yang selama ini menjadi dambaan dan pujaan hati.
Mungkin jodoh kita bukanlah yang kita idam-idamkan.
Mungkin jodoh kita bukanlah yang memiliki kesempurnaan fisik dan atau ekonomi.
Mungkin.. mungkin.. dan beragam mungkin lainnya yang tidak sesuai dengan hati kita.
Tapi pernahkah kita membayangkan bahwa ternyata dia adalah sosok manusia terbaik yang Allah anugerahkan kepada kita?
"Boleh jadi kita membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi kita.
Juga boleh jadi kita mencintai sesuatu padahal ia amat buruk buruk bagi kita.
Allah Maha Tahu sedangkan kita tidak"
Allahu a'lam
Sabtu, 21 September 2013
Rabu, 11 September 2013
BAHAGIA ITU S.E.D.E.R.H.A.N.A :)
Bagi sebagian orang beranggapan bahwa
bahagia itu adalah ketika seseorang bergelimpangan harta membeli apa
yang diinginkan dan terpenuhi semua kebutuhan primer, sekunder dan
tersier.
Secara realistis memang betul secara kasar hidup susah itu bisa buat menderita, tapi tidak sepenuhnya susah itu menderita. Bila kita maknai kesulitan adalah pembelajaran hidup untuk sabar dan senantiasa bersyukur. Karena dengan cara itu kita mengerti ada bahwa Tuhan sedang menuntun, dan itu kebahagiaan.
Arti Bahagia buat diri saya sendiri adalah ketika hati saya bergetar, senyum mengembang, dan pikiran tenang.
Semua itu saya dapatkan dari hal-hal kecil yang terjadi pada saya, mungkin secara tidak sadar kalian pun merasakan hal yang sama. Coba resapi hal-hal di bawah ini :
Secara realistis memang betul secara kasar hidup susah itu bisa buat menderita, tapi tidak sepenuhnya susah itu menderita. Bila kita maknai kesulitan adalah pembelajaran hidup untuk sabar dan senantiasa bersyukur. Karena dengan cara itu kita mengerti ada bahwa Tuhan sedang menuntun, dan itu kebahagiaan.
Arti Bahagia buat diri saya sendiri adalah ketika hati saya bergetar, senyum mengembang, dan pikiran tenang.
Semua itu saya dapatkan dari hal-hal kecil yang terjadi pada saya, mungkin secara tidak sadar kalian pun merasakan hal yang sama. Coba resapi hal-hal di bawah ini :
- Bahagia ketika kita melihat lengkungan senyum di wajah orang yang kita sayang ; itu sederhana
- Bahagia ketika seseorang tak segan menggegam erat tangan kita ; itu sederhana
- Bahagia ketika kita sedang menghadapi hal rumit, seseorang memberikan secarik kertas bertuliskan 'SEMANGAT!' ; itu sederhana
- Bahagia ketika kita sedang sedih, seseorang merangkul kita dan menepuk pundak kita ; itu sederhana
- Bahagia ketika lapar melanda, seseorang sigap membuatkan telur dadar ; itu sederhana
- Bahagia ketika akan bepergian, seseorang mengirimkan pesan singkat bertuliskan "hati-hati di jalan, semoga selamat sampai tujuan. Aku akan merindukanmu " ; itu sederhana
- Bahagia ketika saat hendak keluar rumah dan pamit, seseorang mengantar sampai pintu; itu sederhana.
- Bahagia ketika kita terjatuh, luka dan berdarah, seseorang senantiasa membersihkan luka lalu membalutnya dengan perban ; itu sederhana
- Bahagia ketika seseorang menyapa dan menyebut nama kita ; itu sederhana
- Bahagia ketika seseorang menghapus setiap tetesan airmata yang jatuh ; itu sederhana
- Bahagia ketika seseorang mengatakan "kamu memang sahabat saya!" ; itu sederhana
- Bahagia ketika seseorang membuatkan teh manis hangat di pagi hari ; itu sederhana.
- Bahagia ketika seseorang membagi dua makanan yang dia punya untuk kita ; itu sederhana
- Bahagia ketika kita menghadapi kesulitan seseorang datang untuk mengulurkan tangannya ; itu sederhana.
- Bahagia ketika tertidur dalam dinginnya malam dan seseorang merebahkan selimut diatas tubuh kita ; itu sederhana
- Bahagia ketika saat ujian dimulai lalu pensil kita patah, seseorang memberi pinjam pensilnya agar kita tetap bisa menyelesaikan ujian kita ; itu sederhana
- Bahagia ketika seseorang menaruh sekotak makanan di dalam tas, yang niatnya hanya supaya kita tidak melewatkan makan siang ; itu sederhana
- Bahagia saat seseorang mengucapkan terimakasih untuk usaha yang kita lakukan ; itu sederhana
- Bahagia saat seseorang mendengar dengan seksama curahan hati kita ; itu sederhana
Dan banyak hal lain yang bisa membuat kita Bahagia tanpa perlu di
imbangi dengan kemewahan harta dari nilai rupiah yang kita miliki
melainkan cara seseorang yang Sederhana itu lebih Berharga dari apapun.
Sabtu, 07 September 2013
Si Penghianat ~
Allah,,,
sudah terlalu banyak orang-orang menyakiti hati ini, apa yang harus dilakukan ??
Pernahkah merasa dikhianati? Sungguh sakit rasanya dikhianati, ditusuk dari belakang, terlebih oleh orang yang kita kenal baik dan kita percayai. Tapi ingatlah bahwa kita ini hidup, hidup tak jalan selamanya mulus. ianya seperti roda yang akan terus berputar. Boleh jadi kali ini kita yang diberikan Allah ujian untuk merasakan sakitnya dikhianati. Tapi Allah tak pernah tidur. Allah Maha Adil. Apa-apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai; apapaun perlakuan kita terhadap orang lain hari ini, maka itulah yang akan kita dapatkan dari orang lain nantinya.. Roda kehidupan selalu berputar. Kita akan merasakan posisi di bawah juga di atas. Ketika sedang di bawah kita akan bertemankan dengan kesedihan, duka, dan macam-macam kesusahan. Tapi janganlah berlarut-larut. Berbahagialah karena sebentar lagi kita akan berada di atas. Dan jika kita sedang di atas, jangan kufur lagi takabur, tak lama lagi kita akan merasakan susahnya di bawah. Semua Allah ciptakan satu paket. Di balik kesedihan akan ada kebahagiaan, di ujung kegelapan akan ada cahaya terang, dan bersama kesulitan akan ada kemudahan. Percayalah..
sudah terlalu banyak orang-orang menyakiti hati ini, apa yang harus dilakukan ??
Pernahkah merasa dikhianati? Sungguh sakit rasanya dikhianati, ditusuk dari belakang, terlebih oleh orang yang kita kenal baik dan kita percayai. Tapi ingatlah bahwa kita ini hidup, hidup tak jalan selamanya mulus. ianya seperti roda yang akan terus berputar. Boleh jadi kali ini kita yang diberikan Allah ujian untuk merasakan sakitnya dikhianati. Tapi Allah tak pernah tidur. Allah Maha Adil. Apa-apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai; apapaun perlakuan kita terhadap orang lain hari ini, maka itulah yang akan kita dapatkan dari orang lain nantinya.. Roda kehidupan selalu berputar. Kita akan merasakan posisi di bawah juga di atas. Ketika sedang di bawah kita akan bertemankan dengan kesedihan, duka, dan macam-macam kesusahan. Tapi janganlah berlarut-larut. Berbahagialah karena sebentar lagi kita akan berada di atas. Dan jika kita sedang di atas, jangan kufur lagi takabur, tak lama lagi kita akan merasakan susahnya di bawah. Semua Allah ciptakan satu paket. Di balik kesedihan akan ada kebahagiaan, di ujung kegelapan akan ada cahaya terang, dan bersama kesulitan akan ada kemudahan. Percayalah..
Yang perlu diingat adalah janganlah kita membalas kejahatan dengan
kebaikan. karena Allah pun telah menjelaskannya di dalam Al-Qur'an : "
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu)
dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan
antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat
setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada
orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada
orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. " (Q.S. Fushilat :
34-35)
Ibnu 'Abbas -radiallaahu 'anhuma- mengatakan, "Allah memerintahkan pada
orang beriman untuk bersabar ketika ada yang membuat marah, membalas
dengan kebaikan jika ada yang buat jahil dan memaafkan ketika ada yang
buat jelek. Jika setiap hamba melakukan semacam ini, Allah akan
melindunginya dari gangguan setan dan akan menundukkan musuh-musuhnya.
Malah yang semula bermusuhan bisa menjadi teman dekatnya karena tingkah
laku baik semacam ini."
Allah Maha Adil lagi Maha Bijaksana. Tiada suatu apapun yang salah
perhitungannya. Allah Maha Tahu segala isi hati. Jangan bosan jadi orang
baik. Dan Ingat, Allah selalu mengawasi kita, kapan dan dimanapun kita
berada.
Terakhir,
Langganan:
Komentar (Atom)





